Kimia & Farmasi Tetap Primadona

Kementerian Perindustrian mencatat realisasi investasi di sektor industri kimia, tekstil, dan aneka hingga semester 1/2017 baru mencapai 30% dari target. Sektor kimia dan farmasi masih menjadi sektor yang diharapkan dapat mendorong pencapaian target.

Dirjen Industri Kimia, Tekstil, dan Aneka (IKTA) Kementerian Pertanian Achmad Sigit Dwiwahjono mengatakan sepanjang tahun ini target realisasi investasi di sektor IKTA senilai Rp152 triliun. “Pertumbuhan paling besar masih tetap di sektor kimia dan farmasi,” ujarnya kepada Bisnis, belum lama ini.

Untuk sektor tekstil, Sigit menuturkan realisasi investasi masih tumbuh tetapi melambat dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Menurutnya, secara kuantitas investasi di sektor tekstil terbilang banyak, tetapi nilainya relatif kecil.

Kendati baru berada di angka 30% dari target sepanjang tahun ini, Sigit tetap optimistis target tahunan tetap bakal tercapai dengan bertumpu pada sektor kimia dan farmasi. Dia juga meyakini realisasi investasi di sektor
IKTA pada masa mendatang bakal terus bertumbuh. Pasalnya, dalam jangka 5 tahun ke depan akan ada investasi besar-besaran di sektor tekstil.

“Ke depan ada investasi besar-besar-an di rayon. Ini kan belum masuk ke realisasi investasi,” jelasnya.

Sigit menjelaskan pada tahun lalu, kendala yang menghambat pertumbuhan investasi di sektor IKTA ada di sektor tekstil karena peningkatan impor kain. Dengan adanya impor tekstil tersebut, utilisasi produk tekstil dalam negeri turun ke angka 50% hingga 60%.

Kemenperin menggandeng Kementerian Perdagangan untuk membatasi impor tekstil dalam rangka menjaga industri tekstil dalam negeri tetap hidup. Selain itu, dia menyebutkan pihaknya juga bergerak ke hulu untuk mendorong pertumbuhan industri tekstil domestik.

Saat ini ada beberapa investor yang mulai masuk Tanah Air. “Ada Chan-dra Asri dan Lotte yang investasinya masing-masing US$5 miliar. Kalau 1 tahun US$1 miliar, itu sudah cukup tinggi, jadi kami optimistis dapat capai

Sumber: Bisnis Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *