Investasi bidang Perkebunan masih banyak dilirik oleh para Investor.

Pelaku bisnis usaha di bidang perkebunan masih merupakan alternative yang diminati oleh para pengembang usaha. Dengan mulai berkurangnya usaha tambang di Kabupaten Tanah Bumbu Khususnya, maka bidang perkebunan layak untuk di optimalkan. Dengan dukungan sumberdaya alam yang melimpah dan seiring tuntutan kebutuhan minyak pangan, maka tidak bisa dipungkiri lagi bahwa industri hulu terutama perkebunan sawit masih perlu dikembangkan. Hal ini disambut baik oleh pengusaha pengembang yang telah merintis jenis tananaman ini yang direncanakan akan memanfaatkan lahan seluas 15.000, Ha di dua Kecamatan yaitu Kecamatan Kusan Hulu dan Kecamatan Kuranji. Tidak lain PT Adisurya Cipta Lestari (ACL), dimana perusahaan ini sampai dengan saat ini telah mengelola perkebunan sawit sekitar 5.000 Ha dari rencana seluas 15.000 Ha. Hal ini ditandai dengan telah diajukannya permohonan Izin Lokasi kepada Bupati Tanah Bumbu tanggal 21 Juli 2017 dengan Nomor Surat 0902/ACL/BUP/Dir-EXT/VII/2017, perihal permohonan Izin Lokasi untuk keperluan Pembangunan Perkebunan Kelapa Sawit.

Berdasarkan hal tersebut diatas, Tim Teknis BKPRD Kabupaten Tanah Bumbu yang dipimpin oleh Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataruang (DPUPR) Kabupaten Tanah Bumbu melaksanakan survey lapangan kelokasi dimaksud yang dikuti oleh anggota Tim BKPRD salah satu diantaranya adalah Dinas PMPTSP Kabupaten Tanah Bumbu pada tanggal 26 Juli 2017.

 

       

 

Banyak hal yang harus dicermati, satu pihak dalam upaya peningkatan investasi, namun disisi lain menyangkut kepentingan masyarakat umumnya. Menurut Aparat setempat pada dasarnya masyarakat tidak merasa keberatan dan bahkan mendukung selama usaha tersebut dapat mendatangkan keuntungan bersama, tentunya peningkatan pendapatan bagi masyarakat sekitar disamping keuntungan bagi pengusaha itu sendiri.

Banyak harapan pemerintah Daerah maupun masyarakat pada umumnya, hendaknya segala usaha tetap mengacu pada kearipan lokal, artinya tetap memperhatikan kelestarian usaha rakyat yang terkait dengan kebutuhan sehari-hari, seperti pertanian berkelanjutan berupa tananman padi dan holtikultural yang tetap harus dijaga dan bila perlu harus juga dikembangkan dengan tidak berbenturan dengan usaha yang berskala besar sebagaimana yang dikelola oleh pengusaha yang bermodal tinggi. Dengan demikian pembangunan pengembangan perkebunana kelapa sawit yang akan dikelola oleh pengusaha besar tersebut harus bisa bekerjasama dengan masyarakat sekitar, bahkan masyarakat sekitar harus diberdayakan agar usaha tersebut dapat berjalan dengan baik dan tidak ada yang merasa dirugikan.

Sumber berita  DPMPTSP.

Batulicin 26 Juli 2017.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *