Kondisi Ekonomi

Dari hitungan antara besaran ekspor dan impor, Tanah Bumbu merupakan wilayah yang tergolong net eksportir, dimana kumulatif nilai ekspor selalu lebih besar dari impor dan konsisten dari tahun ke tahun. Besaran selisih antara ekspor dan impornya berkisar antar 5-8 trilyun rupiah pertahun, tahun 2014 tercatat net ekspor Tanah Bumbu mencapai 8,12 trilyun rupiah. Ekspor dan impor yang dimaksud adalah kegiatan transaksi dengan pihak luar negeri, luar propinsi dan luar kabupaten. Komoditi andalan yang banyak menyumbang nilai ekspor serta devisa bagi Negara adalah batubara dan CPO serta komoditi lainnya. Sementara impor yang cukup besar adalah bahan bakar minyak sebagai bahan baku pertambangan dan industri serta barang kebutuhan konsumsi lainnya baik untuk rumah tangga maupun pemerintah.

Pada tahun 2014, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Tanah Bumbu atas dasar harga berlaku yaitu produksi barang dan jasa dinilai dengan harga pada saat diproduksi, dapat diketahui struktur perekonomian suatu wilayah, sebesar 15,767 trilyun Rupiah. Sedangkan menurut harga konstan pada tahun 2014 yaitu produk barang dan jasa dihitung dengan harga pada tahun dasar, dapat digunakan untuk menghitung pertumbuhan ekonomi, PDRB Kabupaten Tanah Bumbu sebesar 13,079 trilyun rupiah. Sektor yang paling besar peranannya dalam pembentukan PDRB Kabupaten Tanah Bumbu adalah sektor Pertambangan dan Penggalian (46,1 persen), kemudian disusul sektor Pertanian sebesar 15,8 persen. Laju pertumbuhan PDRB Tanah Bumbu pada tahun 2014 sebesar 3,6 persen. Sektor yang mencatat pertumbuhan terbesar adalah sektor Pengadaan Listrik dan Gas sebesar 12,2 persen, sedangkan sektor tambang yang notabene paling besar peranannya justru mengalami pertumbuhan yang rendah yakni 2,0 persen.

Tabel

Perkembangan PDRB Atas Dasar Harga Konstan dan Berlaku

dan Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten Tanah Bumbu

Tahun 2010-2014 (Juta Rupiah)

Tahun

PDRB atas dasar berlaku

PDRB atas dasar harga konstan

Pertumbuhan ekonomi
2010 10.600.137,2 10.600.137,2 6,8
2011 12.591.916,8 11.439.061,9 7,9
2012 13.422.183,5 12.158.928,0 6,3
2013*) 14.262.067,7 12.621.585,0 3,8
2014**) 15.767.823,5 13.079.746,3

3,6

*) Angka sementara

**) angka sangat sementara

Sumber : Bappeda Kabupaten Tanah Bumbu

 

Selama lima tahun terakhir, yaitu 2010-2014, perekonomian Kabupaten Tanah Bumbu terlihat mengalami perlambatan. Meskipun secara nominal terus mengalami peningkatan, namun apabila dilihat penambahan nilainya atas dasar harga konstan mengalami perlambatan mulai tahun 2012. Pada tahun 2011, peningkatan nilai PDRB atas dasar harga konstan mencapai 838 milyar rupiah, kemudian tahun 2012 mencapai 719 milyar, dan seterusnya hingga tahun 2013 da 2014 terus menurun, masing-masing mengalami penambahan nilai sebesar 462 milyar dan 458 milyar rupiah. Penambahan nilai yang makin menurun ini yang menyebabkan pertumbuhan ekonomi Tanah Bumbu mengalami perlambatan selama empat sampai lima tahun terakhir. Banyak hal yang menjelaskan fenomena ekonomi Tanah Bumbu yang melambat baik dari sisi penawaran (supply) maupun dari sisi permintaan (demand).

Gambar

Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten Tanah Bumbu

Tahun 2014

Sumber : BPS Kabupaten Tanah Bumbu (data diolah)