KONDISI SOSIAL

1.      Penduduk

Berdasarkan data BPS Kabupaten Tanah Bumbu tahun 2015, dari hasil Sensus Penduduk tahun 2010, jumlah penduduk Kabupaten Tanah Bumbu sebanyak 267.929 jiwa yang terdiri dari 139.686 jiwa penduduk  laki-laki dan 128.243 jiwa penduduk perempuan yang tersebar di 10 (sepuluh) kecamfatan. Konsentrasi penduduk berada di Kecamatan Simpang Empat, Satui dan Kusan Hilir. Tahun 2014 berdasarkan hasil proyeksi penduduk, jumlah penduduk Tanah bumbu mencapai 315.815 atau naik sekitar 3,15%.

 

Tabel

Jumlah Penduduk Menurut Jenis Kelamin dan Kecamatan

Tahun 2014

Kecamatan

Laki

Perempuan

Penduduk

Rasio JK

Kusan Hilir

25.524

23.825

49.349

107

Sungai Loban

11.619

10.380

21.999

112

Satui

31.940

27.141

59.081

118

Angsana

10.205

8.892

19.097

115

Kusan Hulu

10.956

9.591

20.547

114

Kuranji

5.462

4.736

10.198

115

Batulicin

8.628

7.746

16.374

111

Karang Bintang

10.014

8.580

18.594

117

Simpang Empat

39.565

41.265

80.830

96

Mantewe

10.672

9.074

19.746

118

Tanah Bumbu

164.585

151.230

315.815

109

2013

159.587

146.598

306.185

109

2012

153.706

141.326

295.032

109

2011

147.120

135.258

282.378

109

Sumber : BPS Kabupaten Tanah Bumbu (data diolah)

 

Gambar

Persebaran Penduduk Menurut Kecamatan Tahun 2014

 


2.      Tenaga Kerja

Tenaga kerja adalah modal bagi geraknya roda pembangunan. Jumlah dan komposisi tenaga kerja akan terus mengalami perubahan seiring dengan berlangsungnya proses demografi. Hasil Sakernas 2014 mencatat bahwa tahun 2014 diperkirakan ada sebanyak 134.199 orang penduduk Tanah Bumbu yang termasuk dalam angkatan kerja. Jumlah ini setara dengan 61,1% dari total penduduk usia kerja penduduk Tanah Bumbu di tahun yang sama. Sementara itu sisanya sebesar 38,9% adalah bukan angkatan kerja, dimana kegiatan utama mereka adalah sekolah, mengurus rumah tangga atau melakukan kegiatan lainnya. Besaran partisipasi angkatan kerja pada kisaran angka 60 persen menunjukan bahwa tidak sampai 2/3 penduduk Tanah Bumbu ikut aktif dalam kegiatan ekonomi. Angka Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) Tanah Bumbu relatif kecil dibanding dengan rata-rata partisipasi angkatan kerja di Kalimantan Selatan yang mencapai 69,46%. Hal ini disebabkan adanya migrasi para pekerja dari Tanah Bumbu menjadi salah satu penyebab rendahnya TPAK.

Gambar

Perkembangan Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) dan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Tanah Bumbu

Tahun 2010 – 2014


Sumber : BPS Kabupaten Tanah Bumbu (data diolah)

 

Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kab. Tanah Bumbu mencatat pada tahun 2014 sebanyak 1.633 pencari kerja yang terdaftar di Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi. Sebanyak 148 orang telah mendapatkan penempatan kerja Pada sektor formal pemerintahan Kabupaten Tanah Bumbu, tahun 2013 tercatat sebanyak 7.608 pegawai pemerintahan yang tersebar pada sekretariat daerah, sekretariat DPRD, Dinas, Badan Kantor dan Lembaga Teknis lainnya. Dari Jumlah tersebut, 4.290 berstatus PNS, 28 CPNS, 1.203 PTT umum dan 2.087 PTT khusus. Sebagian besar yang merupakan Pegawai Negeri Sipil berada di golongan III (45,4 persen) dan berstatus Pejabat Fungsional (63,77 persen). Di antara fungsional tersebut posisi guru adalah paling banyak, yaitu sebanyak 2.150 orang. Pegawai lakilaki berstatus PNS berjumlah 2.340 (54,55% )sedangkan perempuan 1.950 (45,45%).

3.      Pendidikan

Fasilitas pendidikan yang terdapat di Kabupaten Tanah Bumbu sampai tahun 2014 antara lain 195 buah sekolah TK; 192 buah SD; 56 buah SMP; 18 buah SMA serta 15 buah SMK. Jumlah Anak yang bersekolah di tingkat SD lebih banyak dibanding pada jenjang sekolah lain. Di tingkat SD jumlah murid sebanyak 35.288 murid, ditingkat SMP 10.541, tingkat SMU dan SMK masingmasing sebanyak 3.413 dan 4.805 orang murid. Jumlah anak sekolah pada jenjang yang lebih tinggi menunjukkan penurunan dibanding pada jenjang di bawahnya, kemungkinan adanya anak yang mengalami putus sekolah. Resiko paling besar adalah pada jenjang SD. Hal ini bisa dilihat dari penurunan yang cukup signifikan siswa SD ke siswa SMP.

4.      Kesehatan

Pembangunan di bidang kesehatan bertujuan agar semua lapisan masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan yang merata dan terjangkau, sehingga diharapkan tercapai Tanah Bumbu yang sehat dan sejahtera. Ketersediaan sarana dan prasarana kesehatan sangat mempengaruhi aspek pelayanan kesehatan yang dimaksud. Selain sebuah RSUD, di Kabupaten Tanah Bumbu tercatat 1 buah Rumah Sakit Swasta, 4 Puskesmas Perawatan, 10 buah Puskesmas Non perawatan, 108 buah Pos Kesehatan Desa (Poskesdes) dan 187 Posyandu Balita yang ada di 10 (sepuluh) kecamatan. Selain itu dilengkapi pula dengan mobil Puskesmas Keliling, Pos Bersalin Desa (Polindes). Di samping penyediaan sarana kesehatan yang memadai, diperlukan pula tenaga medis yang handal untuk memberikan pelayanan kesehatan. Hingga tahun 2014 ada sebanyak 35 dokter umum dan 7 orang dokter gigi. Dengan dibantu tenaga penunjang kesehatan lainnya, yakni 178 perawat, 260 bidan, dan 217 dukun kampung / bayi.

5.      Keagamaan

Kehidupan beragama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa senantiasa dikembangkan dan ditingkatkan untuk membina kehidupan masyarakat agamis yang harmonis, saling toleransi dan bekerjasama sehingga mendukung laju pembangunan. Dalam rangka mendukung kondisi tersebut di atas diperlukan sarana untuk memupuk keimanan dengan adanya tempat ibadah sesuai dengan agama masing – masing.

Penduduk kabupaten Tanah Bumbu 97,07% beragama Islam, dan selebihnya adalah Protestan 0,63% , Katolik 0,51%, Hindu 1,74%, dan Budha 0,02%, dan yang menganut agama lainnya 0,03%. Sarana peribadatan yang ada di Kabupaten Tanah Bumbu antara lain 206 buah Masjid, 372 buah Musholla/Langgar, 7 buah Gereja, dan 21 buah Pura.